Ilya Sutskever Bongkar Masa Depan AI: AGI Masih 5-20 Tahun Lagi, Tapi... ๐ง ๐ฅ
Jadi guys, kalian kenal Ilya Sutskever nggak? Ini literally "godfather of modern AI" yang bikin ChatGPT jadi kenyataan. Mantan chief scientist OpenAI, sekarang co-founder Safe Superintelligence (SSI). Bayangin aja, orang yang bikin teknologi yang kalian pake buat ngerjain tugas kuliah sekarang lagi ngobrol sama Dwarkesh Patel, dan beliau spill tea soal masa depan AI yang... well, mind-blowing abis. ๐ก
AGI Masih Lama Bro, Tapi Bukan Karena Scaling ๐ฏ
Plot twist pertama: Ilya bilang era "scaling is all you need" udah mau tamat. Maksudnya? Jaman nge-gas model raksasa pakai milyaran data itu udah nggak sustainable. Kita masuk ke "age of research" lagi โ balik ke zaman-zaman kreativitas research sejati. AGI (Artificial General Intelligence) yang beneran bisa belajar kayak manusia? Masih 5-20 tahun lagi, dan jalannya bukan dengan nge-scale model gede-gedean, tapi dengan continual learning. AI yang bisa terus belajar dari pengalaman, bukan cuma dilatih sekali terus jadi. Ini filosofi yang beda total! ๐
Model Sekarang? Masih Bodoh Banget Ternyata ๐
Terus Ilya kasih reality check yang agak nyesek: model AI sekarang itu generalize-nya masih parah jelek dibanding manusia. Artinya? Lo bisa ngajarin anak kecil main sepak bola, dia langsung ngerti konsep "tendang bola ke gawang". Tapi AI? Bisa aja dia jago banget main bola di lapangan rumput, tapi giliran di lapangan pasir langsung bingung. Plus, ada masalah "reward hacking" โ company-company pada latih model buat jago ngerjain eval test doang, bukan skill beneran. Kayak anak sekolah yang hafal bocoran soal UN, tapi nggak ngerti konsepnya. Anjir, relatable banget kan? ๐ญ
AI yang... Peduli? ๐ค๐
Ini yang paling gokil: Ilya punya visi bikin AI yang peduli sama semua makhluk hidup yang bisa ngerasa (sentient beings), bukan cuma manusia doang. Bayangin superintelligence yang nggak cuma pinter, tapi juga punya "empati" ke semua yang hidup. Tapi challenge-nya gila sih: gimana caranya bikin mesin yang literally lebih pinter dari manusia buat "peduli"? Ini bukan masalah coding lagi, ini masalah filosofis yang bikin lo mikir tengah malem: apa arti "care" buat entitas yang nggak pernah ngerasain emosi manusia? ๐
SSI: The Mystery Lab ๐
Yang bikin penasaran, Ilya ngomongin SSI (perusahaan barunya) dengan vibes super misterius. Research taste-nya: beauty, simplicity, brain-inspired. Tapi detail teknisnya? Nope, rahasia perusahaan. Yang jelas, approach mereka beda dari mainstream. Ilya percaya kalau solusi terbaik itu yang "indah" dan simpel โ terinspirasi dari cara otak manusia kerja. Kinda romantic untuk dunia AI yang super teknis ya? โจ
Takeaway ๐ฏ
Jadi intinya: kita masih jauh dari AGI, tapi jalannya udah mulai jelas โ dan ternyata bukan tentang model gede-gedean. Tentang AI yang bisa belajar terus-menerus, tentang alignment yang beneran make sense, tentang bikin teknologi yang nggak cuma pinter tapi juga "baik". Ilya basically nge-remind kita: the future of AI is not just about intelligence, it's about wisdom. Dan itu jauh lebih susah (dan seru!) dari yang lo kira. See you in 5-20 years, AGI! ๐๐ง