Andrej Karpathy: "AI Agents Masih Bocah SD, Jangan Overexpect!" 🤖📚

Lo tau Andrej Karpathy? Si mantan head of AI Tesla yang bikin self-driving car, sekarang bikin startup edukasi AI. Nah, dia baru ngobrol sama Dwarkesh Patel tentang masa depan AI, dan gue harus bilang—omongannya nyegerin banget di tengah hype AI yang lagi gila-gilaan sekarang. 💡

Intinya? AI agents bakal butuh satu dekade buat jadi beneran useful, bukan setahun. Yep, dekade. Sepuluh tahun. Kenapa? Karena ternyata demo yang keren itu cuma 90% dari perjalanan, sisanya adalah neraka. 🔥

Demo vs Produk: "March of Nines" yang Brutal

Karpathy punya analogi gokil soal kenapa teknologi AI lama banget jadi produk beneran. Dia nyebutnya "march of nines"—tiap nines (90%, 99%, 99.9%, dst) butuh effort yang sama besarnya. Anjir. Bayangin lo udah bikin demo coding agent yang work 90%, lo pikir tinggal poles dikit. Ternyata? Dari 90% ke 99% butuh effort yang sama kayak dari 0% ke 90%. Terus dari 99% ke 99.9%? Sama lagi effort-nya. 😵

Ini bukan teori doang—Karpathy ngalamin langsung waktu bikin self-driving di Tesla selama 5 tahun. Waymo demo perfect drive sejak 2014, sekarang 2025, mereka masih belum bisa scale ke semua kota. That's 10+ years dari demo ke produk yang beneran deploy!

LLM Itu Kayak Anak SD yang Jenius Tapi... Ya Gitu Deh

Analogi paling relate dari interview ini: LLM sekarang itu kayak anak SD. Mereka bisa ngerjain soal PhD level, tapi cognitively? Masih bocah. Belum mature. Belum punya common sense. Gampang ketipu sama "dhdhdhdh" (literally—Karpathy cerita model reinforcement learning dia pernah di-hack sama output nonsense gini 😂).

Makanya jangan expect Claude atau GPT bakal gantiin software engineer dalam waktu deket. Mereka helpful banget buat autocomplete, tapi buat coding yang beneran original? Masih jauh. Karpathy sendiri bilang autocomplete {{CONTENT}}gt; vibe coding buat production code yang serious.

Post-AGI: Sekolah = Gym

Yang paling bikin gue mikir adalah visi Karpathy soal education post-AGI. Dia bilang: pre-AGI, lo sekolah karena useful (cari duit). Post-AGI, lo sekolah karena fun—kayak orang ke gym sekarang. Lu ga butuh otot buat angkat barang (ada forklift), tapi lu tetep ke gym karena sehat, seru, dan biar kece. 💪

Dia lagi bikin "Starfleet Academy" (dari Star Trek)—startup edukasi AI yang goal-nya bikin manusia tetep relevan dan empowered di era AI. Karena worst case scenario buat dia bukan "AI takes over", tapi manusia jadi kayak di film WALL-E—bengong, ga berguna, sementara AI yang ngerjain semua. Dark, tapi realistic.

Kesimpulan: Optimis, Tapi Realistis

Gue suka vibe Karpathy di interview ini. Dia ga jadi doomer yang bilang "AI bakal bunuh kita semua", tapi juga ga jadi hype beast yang bilang "AGI 2026 woiii!" Dia realistis: AI progress itu gradual, bukan magical. Demo gampang, produk susah. Dan yang paling penting—humanity harus stay in the loop, bukan jadi penonton di pinggir lapangan. 🎯

So next time lo liat demo AI yang gila-gilaan, inget: itu baru 90%. Sisanya? Ya... selamat datang di march of nines. Good luck! 🚀