Gokil! Peneliti AI Safety dari Anthropic Resign Buat Jadi Penyair ๐Ÿคฏ

Guys, ini sih plot twist tahun ini! ๐Ÿ”ฅ Bayangin: lo kerja di perusahaan AI yang paling concern soal keamanan AI, jabatan lo leader tim AI safety, terus tiba-tiba lo resign buat... kuliah puisi? PUISI, guys! ๐Ÿ’€

Kenalan dulu nih sama Mrinank Sharma. Cowok ini baru aja cabut dari Anthropic (perusahaan yang bikin Claude, AI yang lagi ngobrol sama lo sekarang). Surat resignnya bikin heboh karena dia nulis "the world is in peril" โ€” dunia lagi dalam bahaya. Dan bahayanya bukan cuma dari AI doang, tapi juga senjata biologis dan krisis-krisis yang saling nyambung. Ngeri banget kan? ๐Ÿ˜ฐ

Yang bikin makin gokil, dia literally bilang mau "jadi invisible" dan kuliah sastra Inggris di UK. Dari ngoprek AI biar gak bahaya, langsung U-turn ke nulis puisi. Mantap sih keberanian hidupnya! ๐ŸŽญ

Plot Twist Makin Seru ๐Ÿ“‰

Nah ini nih yang bikin menarik. Selama ini Anthropic kan ngeklaim mereka beda dari OpenAI โ€” lebih peduli safety daripada cuan. Tapi ternyata menurut Sharma, even di Anthropic pun ada "tekanan buat ninggalin hal yang paling penting." Ouch! ๐Ÿ’”

Dan dia gak sendirian loh. Ada juga Zoe Hitzig yang baru resign dari OpenAI gara-gara ChatGPT mau dikasih iklan. Mereka berdua worry soal dampak psikososial AI โ€” basically gimana AI ngubah cara kita berinteraksi sama sesama manusia. Menurut mereka, bikin mesin cari cuan dulu sebelum ngerti dampaknya ke hubungan antarmanusia tuh bahaya banget.

Sharma sempet riset soal kenapa AI suka "jilat" user, risiko bioterrorisme dari AI, sampai gimana AI bikin kita "kurang manusiawi." Heavy stuff! ๐Ÿง 

The Real Tea โ˜•

Ini sih basically bukti bahwa tekanan komersial tuh nyata banget, bahkan di perusahaan yang katanya "safety-first." Anthropic baru aja bayar settlement $1.5 miliar gara-gara nge-training AI pake karya penulis tanpa izin. See? Even the good guys pun kepepet. ๐Ÿ’ธ

Jadi kesimpulannya? Salah satu orang paling paham soal bahaya AI memutuskan bahwa menulis puisi lebih make sense daripada coba benerin industri yang udah keburu ngebut tanpa rem. Entah itu sinyal warning buat kita semua, atau dia aja yang udah capek dan butuh peace of mind. Either way, semoga puisinya bagus ya, Mas! โœจ๐Ÿ˜